Rabu, 07 Agustus 2013

Beberapa Contoh Negara Maju di Dunia


Berdasarkan empat kriteria penentuan negara berkembang dan
negara maju yang telah diuraikan sebelumnya, kita dapat mengidentifikasi
ciri-ciri negara maju, antara lain sebagai berikut.
1. Struktur mata pencarian penduduknya sebagian besar di bidang
industri dan jasa.
2. Pendapatan per kapita penduduknya tinggi.
3. Tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi penduduk tinggi.
4. Tingkat pertumbuhan penduduk per tahun rendah.
5. Akumulasi penduduk sebagian besar di wilayah perkotaan.
6. Tingkat pendidikan rata-rata penduduknya tinggi.
7. Tingkat kesehatan rata-rata penduduknya tinggi.
8. Tingkat perkembangan sarana atau prasarana penunjang kehidupan
rata-rata tinggi dan modern.

1. Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan negara yang sangat luas dan menduduki urutan
luas ke empat di dunia setelah Rusia, RRC, dan Kanada. Bentuk negaranya
adalah negara federal yang meliputi 50 negara bagian yang terdiri atas 49 negara
bagian dan satu daerah khusus ibu kota, yaitu Washington DC.
Wilayah Amerika Serikat terletak pada 25°LU–48°LU dan 66°BB–
55°BB. Dengan demikian, seluruh wilayah Negara Amerika Serikat
terletak di Belahan Bumi Utara (BBU) pada Bumi Bagian Barat.
Wilayah Amerika Serikat terdiri atas wilayah daratan utama yang
terletak di antara Kanada dan Meksiko, Alaska di Utara Kanada dan
Kepulauan Hawai di Samudra Pasifik. Batas wilayah daratan utama
Amerika Serikat, adalah sebagai berikut.
a. Batas sebelah utara : Kanada.
b. Batas sebelah selatan : Meksiko dan Teluk Meksiko.
c. Batas sebelah timur : Samudra Atlantik.
d. Batas sebelah barat : Samudra Pasifik.

a. Keadaan Alam
Berdasarkan relief daratannya, wilayah Amerika Serikat (selain
Alaska dan Kepulauan Hawaii) terdiri atas lima wilayah utama, yaitu
sebagai berikut.

1) Wilayah Pantai Pasifik
Wilayah ini meliputi pantai barat Amerika Serikat yang berbatasan dengan
Samudra Pasifik yang membujur dari arah utara ke selatan. Bagian utara wilayah
ini merupakan daerah hutan konifer yang sangat luas dan penting di Amerika
Serikat, kayu yang dihasilkannya antara lain kayu Redwood atau Fir Douglas
dan Cedar. Selain kayu, daerah ini merupakan wilayah peternakan sapi perah,
lautnya menghasilkan ikan yang sangat kaya, sedangkan bahan tambang yang
dihasilkan daerah ini antara lain tembaga.
Berdasarkan kekayaan alam inilah berkembang berbagai industri
modern di wilayah ini, antara lain industri pengolahan ikan, susu, kayu
dan kegiatan ekspor-impor melalui pelabuhan-pelabuhan utamanya,
yaitu Seattle, Portland, dan Tacoma.
Bagian tengah dan selatan wilayah Pantai Pasifik banyak menghasilkan
sayuran dan buah-buahan, antara lain anggur, apel, jeruk, peach,
pir, melon dan plum. Adapun kekayaan bahan tambang yang terdapat di
daerah ini antara lain minyak bumi, tembaga, emas dan perak. Kota-kota
industri penting di wilayah ini antara lain Los Angeles yang merupakan
kota industri pesawat terbang, ban, tekstil dan industri perminyakan.
Hollywood di utara Los Angeles merupakan kota industri film. Kotaindustri
lainnya San Francisco, San Diego, dan Sacramento.

2) Wilayah Sistem Pegunungan Sirkum Pasifik
Sistem pegunungan ini membujur arah Utara ke Selatan di bagian Barat
Amerika Serikat, meliputi pegunungan pantai (coast range), Sierra Nevada
dan pegunungan Sierra Cascade di arah barat, serta Pegunungan Rocky
(Rocky Mountains) di sebelah Timur dipisahkan oleh daerah antarmontana.
Hal ini disebabkan daerah ini merupakan daerah bayangan hujan (shadow rain)
sehingga terbentuk gurun pasir, di antaranya Gurun Mojave.
Pegunungan Rocky membujur dari arah Pegunungan Brooks di Alaska
utara melalui Kanada, Amerika Serikat sampai dengan arah Pegunungan
Sangra de Cristo di Meksiko, terus membujur ke arah Amerika Tengah dan
Selatan yang kemudian dinamakan Pegunungan Andes. Puncak tertinggi di
Amerika Serikat terletak di Alaska, yaitu Puncak Gunung McKinley yang
juga merupakan puncak gunung tertinggi di kawasan Amerika Utara.

3) Wilayah Plato Barat
Wilayah ini terletak di sekitar pegunungan Rocky yang melandai ke
arah timur. Ciri wilayah ini berupa dataran tinggi dan cekungan (basin)
yang telah mengalami tingkat erosi yang sangat lanjut selama jutaan tahun
oleh Sungai Colorado yang berhulu di sekitar Pegunungan Rocky dan
bermuara di Teluk California. Dengan demikian, hampir di sepanjang
alirannya terutama wilayah Arizona terbentuk Grand Canyon yang
merupakan suatu lembah sangat luas dan dalam yang dijadikan sebagai
obyek wisata alam dan lokasi penelitian ilmiah.
Sungai lainnya yang mengalir di wilayah ini adalah Sungai Snake
dan Sungai Columbia. Adapun daerah-daerah yang termasuk wilayah
plato barat, antara lain Plato Colorado, Plato Edwards, Plato Columbia,
Plato Snake, dan Great Salt Lake yang merupakan danau dengan kadar
garam yang sangat tinggi.

4) Wilayah Dataran Besar (Great Plains)
Wilayah dataran ini merupakan daerah terluas di Amerika Serikat
daerahnya terletak berbatasan dengan Kanada di arah utara dan terus
berlanjut membujur ke arah tenggara, meliputi dataran rendah di sekitar
Danau Besar (Great Lake) yang merupakan danau air tawar terbesar di
dunia, Danau Superior, Danau Huron, Danau Erie, Danau Ontario,
dan Danau Michigan.
Wilayah dataran rendah di bagian tengah ke arah tenggara Amerika
Serikat disebut Interior Plains merupakan tempat mengalirnya sungaisungai
besar di Amerika Serikat, antara lain Sungai Mississippi, Ohio,
Yukon dan Missouri. Selain sungai-sungai tersebut terdapat pula Sungai
Niagara yang membentuk air terjun terbesar di dunia.
Wilayah dataran rendah merupakan
daerah pertanian yang sangat penting di Amerika Serikat.

5) Wilayah Appalachia dan Dataran Pantai Atlantik
Wilayah ini merupakan dataran pantai yang cukup luas membentang
dari arah pegunungan tua Appalachia sampai wilayah pantai Atlantik
yang membujur dari arah utara ke selatan.
Di sepanjang jalur ini terdapat kota-kota besar yang tidak terputus,
dimulai dari Kota Boston di utara sampai dengan Washington DC di
Selatan sehingga membentuk gabungan kota-kota besar yang seringkali
disebut Megalopolis. Kota-kota besar lainnya di sepanjang wilayah ini antara
lain Portland, Boston, Providence, New York, New Jersey, Philadelphia,
Baltimore, dan Richmond.
Kekayaan alam di wilayah ini antara lain banyaknya air terjun yang dapat
difungsikan sebagai pembangkit listrik, batubara, besi, tembaga, seng, timah
hitam, uranium, dan minyak bumi. Selain itu hasil hutan dan pertanian (mix
farming), serta lautnya menghasilkan ikan yang berlimpah.

b. Iklim
Iklim di wilayah daratan utama Amerika Serikat secara umum terdiri atas
dua, yaitu iklim sedang di wilayah Utara dan sebagian kecil iklim subtropika
di bagian Tenggara Amerika Serikat dan di Selatan California yang berbatasan
dengan Meksiko. Dikarenakan keadaan geografisnya yang sangat bervariasi,
iklim di Amerika Serikat menjadi sangat bervariasi pula.
Berdasarkan variasinya secara umum iklim di Amerika Serikat, dibagi
ke dalam lima bagian, yaitu sebagai berikut.

1) Iklim subarktik terdapat di Negara Bagian Alaska terutama wilayah
Utara sehingga daerah ini hanya ditumbuhi oleh taiga dan tundra.

2) Iklim kontinental basah terutama di bagian Timur, yakni sekitar
danau-danau besar. Daerah ini banyak ditumbuhi vegetasi hutan
berdaun jarum (konifer) serta pohon keras lainnya.

3) Iklim laut pantai barat terdapat di sebelah utara garis 400LU sehingga
daerah ini banyak ditumbuhi hutan berdaun jarum (konifer).

4) Iklim gurun (arid) dan semi gurun (semi arid) terdapat di sekitar
daerah antarmontana, sepanjang Pegunungan Rocky dan dataran
tinggi di Amerika Serikat bagian Barat antara lain mulai dari Oregon,
Idaho, Nevada, Utah, Colorado, Arizona sampai dengan perbatasan
Meksiko. Vegetasi di daerah ini dominasi oleh rumput-rumputan,
perdu dan tumbuhan gurun sehingga daerah ini difungsikan sebagai
lahan peternakan sapi, biri-biri, dan kuda.

5) Iklim maritim terdapat di sekitar Pantai Barat dan Kepulauan Hawaii
yang sangat dipengaruhi oleh angin dari Samudra Pasifik. Vegetasi yang
tumbuh di daerah Kepulauan Hawaii, antara lain nanas dan kelapa.
Keadaan geografis yang mempengaruhi variasi iklim di Amerika
Serikat, antara lain sebagai berikut.
1) Wilayah Amerika Serikat sangat luas yang terbentang dari arah barat
ke timur dan membujur arah utara ke selatan.
2) Relief daratan yang bervariasi dari mulai dataran rendah, cekungan,
dataran tinggi sampai dengan pegunungan tinggi.
3) Batas daratan Amerika Serikat dengan Samudra Pasifik di arah Barat
dan Samudra Atlantik di arah Timur
4) Keberadaan sistem Pegunungan Sirkum Pasifik di arah barat Amerika
Serikat yang membujur dari utara ke selatan terutama Pegunungan
Rocky menjadikan perbedaan iklim yang sangat signifikan antara
lereng sebelah barat dan lereng timur dari pegunungan tersebut.
Dengan demikian, pegunungan Rocky seringkali dikatakan sebagai
benteng iklim (climatic barrier).

c. Keadaan Sosial
1) Kependudukan
Penduduk asli Amerika Serikat adalah orang Indian dan Eskimo,
namum sejak abad ke 15 para imigran dari Benua Eropa, terutama Eropa
Barat mendominasi daratan luas ini.
Pada saat ini penduduk Amerika Serikat dapat digolongkan menjadi
tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
a) Penduduk asli yang terdiri atas orang Indian dan Eskimo yang termasuk
ras mongoloid merupakan bangsa minoritas.
b) Penduduk imigran atau pendatang yang terdiri atas orang kulit putih
ras semit kaukasoid, orang kulit hitam ras negroid, dan orang-orang
Asia ras mongoloid.
c) Penduduk campuran yang terdiri atas Mestizo (hasil perkawinan
orang kulit putih dengan indian), Mulato (hasil perkawinan orang
kulit putih dengan negro), dan Zambo (hasil perkawinan orang
Indian dengan negro).
Secara garis besar persentase penduduk Amerika Serikat sekarang
ini terdiri atas sekitar 85% orang kulit putih terutama Inggris, Irlandia,
Jerman, Belanda, Prancis, dan Polandia, 12% orang kulit hitam dan 3%
dari etnis lainnya termasuk di dalamnya etnis keturunan Cina, India,
Jepang, Vietnam, dan penduduk campuran.
Keragaman etnis di Amerika Serikat menjadikan negara ini sebagai
melting pot atau kuali percampuran berbagai bangsa dan kebudayaan.
Akan tetapi, secara umum dominasi kebudayaan di Amerika Serikat
termasuk ke dalam Region Amerika Anglo,
yaitu wilayah kebudayaan di Amerika yang dipengaruhi oleh budaya
Eropa barat terutama Inggris.

2) Perekonomian
a Pertanian
Amerika Serikat merupakan negara maju sehinga penduduk yang
bergerak di bidang pertanian kurang lebih hanya 3% dari total jumlah
penduduk di negara tersebut. Walaupun persentase penduduk yang
bermata pencarian di bidang pertanian sangat kecil, tetapi Amerika
Serikat mampu menjadi negara yang swasembada bahan makanan pokok
dalam arti tidak tergantung pada negara lain bahkan negara tersebut
cenderung mengekspor kelebihan produk pertaniannya ke negara lain.

Kemajuan bidang pertanian di Amerika Serikat sangat ditunjang
oleh beberapa faktor antara lain:
(1) sistem pertanian monokultur, yaitu penanaman satu jenis komoditas
pertanian pada suatu lahan secara intensif dan ekstensif;
(2) mekanisasi pertanian, yaitu penggunaan mesin-mesin berteknologi
modern di bidang pertanian;
(3) lahan pertanian berbentuk dataran yang subur;
(4) iklim kontinental dan kondisi lingkungan yang cocok untuk pertanian;
(5) padat modal;
(6) pangsa pasar lokal maupun internasional yang menunjang.

Adapun hasil-hasil pertanian utama di Amerika Serikat, antara lain
sebagai berikut.
(1) Gandum sebagai bahan makanan pokok ditanam di dataran Mississipi,
Minnesota, Dakota Utara dan Dakota Selatan, Montana, serta Kansas.
Daerah penanaman gandum di AS disebut Wheat Belt.
(2) Jagung banyak ditanam di Illinois, Iowa, Minnesota, Indiana, dan Ohio.
Daerah penanaman jagung di Amerika Serikat disebut Corn Belt.
(3) Kapas merupakan komoditi pertanian terbesar sehingga menjadikan
Amerika Serikat menjadi produsen kapas terbesar di dunia. Kapas
ditanam di daerah Texas, Lousiana, Alabama, dan Georgia. Daerah
penanaman kapas di Amerika Serikat disebut Cotton Belt.
(4) Padi yang ditanam untuk diekspor banyak dihasilkan di daerah Georgia.
Daerah penanaman padi di Amerika Serikat disebut Rice Belt.
(5) Sayur-sayuran dan buah-buahan, seperti anggur, apel, jeruk, peach,
pir, melon, dan plum banyak dihasilkan di sekitar pantai barat bagian
tengah dan selatan.
(6) Tembakau banyak ditanam di Virginia, Tennessee, dan Kentucky.

b) Perindustrian
Perindustrian merupakan tulang punggung negara Amerika Serikat,
karena sektor industri ini menyumbangkan sekitar sepertiga dari produk
domestik brutonya dan menyerap sekitar 31% tenaga kerja usia produktif
di negara tersebut.
           
Adapun hasil-hasil industri dari negara Amerika Serikat, antara lain
sebagai berikut.
(1) Industri besi baja di Pittsburg, Birmingham, Chicago, Duluth, dan
Cleveland.
(2) Industri tembaga di Anaconda negara bagian Montana.
(3) Industri pembuatan film di Hollywood.
(4) Industri pesawat terbang di Seattle.
(5) Industri tekstil di Boston, New York, Georgia, dan Carolina.
(6) Industri mobil Ford dan Dodge di Detroit.
(7) Industri pesawat terbang di Los Angeles.
(8) Industri komputer di California.
(9) Industri kereta api di Detroit.

c) Pertambangan
Wilayah Amerika Serikat merupakan wilayah yang sangat kaya akan
bahan tambang. Hal ini, ditunjang oleh kondisi geologi dan morfologi
AS yang sangat bervariasi, dari mulai sistem pegunungan muda di arah
barat, dataran tinggi, dataran rendah sampai Pegunungan Appalachia di
bagian Timur Amerika Serikat.
Adapun deposit bahan tambang Amerika Serikat antara lain sebagai
berikut.
(1) Bijih besi terdapat di sekitar danau-danau besar, terutama di sekitar
danau Superior, sekitar Pegunungan Mosabi dan Alleghany.
(2) Timah hitam di South Dakota.
(3) Batubara di sekitar Pegunungan Apalachia terutama di daerah Pensylvania
sampai Alabama.
(4) Minyak bumi dan gas alam di California, Texas, Ohio, Oklahoma,
Alaska, dan Pensylvania.
(5) Emas di California, Dakota, Colorado, dan Nevada.
(6) Tembaga di Arizona, Montana, dan sekitar Great Salt Lake.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan beberapa faktor yang
mem pengaruhi Amerika Serikat menjadi negara maju, yaitu sebagai
berikut.
(1) Sumber daya alam yang melimpah.
(2) Kompetisi antar etnis yang begitu beragam ke arah kemajuan.
(3) Wilayah yang sangat luas yang didukung oleh iklim kontinental dan
kondisi lingkungan terutama tanah yang menunjang untuk berbagai
bidang kehidupan.
(4) Sumber daya manusia yang berkualitas.
(5) Padat modal.
(6) Pelabuhan-pelabuhan laut yang bebas beku.
(7) Manajemen yang baik.

2. Jepang
Jepang merupakan negara satu-satunya di Benua Asia yang dapat
dikategorikan sebagai negara maju. Wilayahnya berbentuk kepulauan
yang terletak di lepas pantai timur Benua Asia.
Secara astronomis wilayah daratan Jepang terletak pada 270LU–
450LU dan 1280BT–1460BT. Dengan demikian seluruh wilayah negara
Jepang terletak di Belahan Bumi Utara (BBU) pada Bumi Bagian Timur,
sedangkan batas geografisnya adalah sebagai berikut.
a. Batas sebelah utara : Laut Okhotsk dan Samudra Pasifik Utara
b. Batas sebelah selatan : Laut Cina Timur
c. Batas sebelah timur : Samudra Pasifik
d. Batas sebelah barat : Laut Jepang, Laut Kuning dan Selat Korea.

a. Keadaan Alam
Jepang terdiri atas pulau-pulau yang membujur dari arah Utara ke Selatan
yang jumlahnya sekitar 3.000 pulau. Namun demikian, hanya ada empat pulau
utama yang berukuran relatif besar, yaitu Pulau Hokkaido (78.512 km2), Pulau
Honsyu (230.475 km2), Pulau Shikoku (18.766 km2) dan Pulau Kyushu
(41.970 km2). Di pulau-pulau inilah terdapat kota-kota besar Negara Jepang.
Kota-kota besar di Pulau Honsyu yang merupakan pulau terbesar di Jepang, di
antaranya Kota Tokyo, Osaka, dan Nagoya.
Kepulauan Jepang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan
Muda Sirkum Pasifik. Oleh karena itu, lebih dari 70% daratan pulaupulau
di Jepang merupakan daerah yang bergunung-gunung, sebagian
di antaranya merupakan gunungapi aktif. Gunung Fuji (3.776 m dpl)
merupakan gunungapi tertinggi di Jepang. Gunungapi lainnya antara
lain Gunung Asama, Aso, Ida Nico, dan Etchu.
Bentuk Negara Jepang berupa kepulauan yang sebagian besar berupa
pulau-pulau kecil yang memanjang dan bergunung-gunung. Kondisi
fisik ini mengakibatkan sungai-sungai di Jepang menjadi pendek-pendek
membentuk air terjun yang beraliran deras sehingga banyak dimanfaatkan
sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Jepang merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana alam, hal ini
disebabkan oleh letak negara Jepang yang berhadapan langsung dengan Samudra
Pasifik. Kondisi geologisnya merupakan daerah pertemuan lempeng tektonik
dasar Samudra Pasifik dengan Eurasia dan banyaknya gunungapi aktif.
Istilah terhadap bahaya bencana alam di negara Jepang dikenal dengan
sebutan The Four Roses of Japan, artinya empat bencana alam yang selalu
mengancam penduduk Jepang, yaitu:
a. gempa bumi tektonik maupun vulkanik;
b. letusan gunungapi;
c. tsunami (gelombang pasang);
d. taifun (angin topan).
Letak astronomis Jepang yang berada pada lintang 250LU–450LU
dan bentuk Kepulauan Jepang yang membujur dari utara ke selatan
mengakibatkan sebagian besar wilayah Jepang beriklim sedang, kecuali
bagian Selatan iklim subtropis. Bagian Utara Kepulauan Jepang beriklim
sedang yang mempunyai empat musim.
Keadaan iklim di bagian Utara ini sangat dipengaruhi oleh arus dingin
Oyasiwo yang datang dari arah Kutub Utara menyusur pantai timur Kepulauan
Jepang. Akibatnya, musim dingin yang berlangsung di Jepang menjadi sangat
dingin. Bagian Selatan Jepang mendapat pengaruh dari angin musim yang
selalu berubah arah setiap setengah tahun.
Pada musim panas bertiup angin timur yang basah karena berasal
dari Samudra Pasifik, sedangkan pada musim dingin bertiup angin barat
yang dingin dan kering yang datang dari arah Benua Asia. Oleh karena
itu, musim hujan di Jepang berlangsung pada saat musim panas. Kondisi
iklim di bagian selatan Jepang itu juga sangat dipengaruhi oleh adanya
arus panas Kurosiwo yang datang dari arah equator.

b. Keadaan Sosial

1) Kependudukan
Penduduk asli negara Jepang adalah Bangsa Ainu yang tinggal di Pulau
Hokkaido dan Honsyu. Mereka menganut kepercayaan Shinto yang memuja
dewa matahari Amaterasu. Raja di Jepang dianggap sebagai keturunan
dewa matahari sehingga masyarakat Jepang sangat meng hormatinya.
Penduduk Jepang berdasarkan hasil estimasi 2005 berjumlah sekitar
127.417.240 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk rata-rata sekitar
0,05% per tahun. Keadaan alam yang berelief kasar mengakibatkan
kurang lebih 78% penduduk Jepang terkonsentrasi di dataran rendah
pantai dan lembah-lembah sungai di bagian timur Jepang yang juga
merupakan kota-kota besar di Jepang.
Di pantai bagian barat yang berhadapan dengan Laut Jepang, jarang terdapat
konsentrasi penduduk. Di Pantai Timur Jepang bagian Selatan yang
berhadapan dengan Samudra Pasifik banyak terdapat kota-kota besar. Hal
ini disebabkan wilayah ini berupa dataran rendah yang subur dan pantainya
berteluk sehingga gelombang dari Samudra Pasifik di bagian ini menjadi
relatif tenang. Selain itu, di wilayah timur bagian selatan ini suhu udara tidak
terlalu dingin jika dibandingkan dengan Jepang bagian utara.

2) Perekonomian
a) Pertanian
Sebagian kecil penduduk Jepang bermata pencarian di bidang pertanian.
Kekurangan lahan untuk pertanian di negara ini menjadikan
penduduk Jepang mengusahakan lahan pertanian secara intensif sehingga
produksi per hektar lahan pertaniannya menjadi sangat tinggi.
Produk utama pertanian Jepang antara lain padi, gandum, jagung
dan kacang-kacangan. Sebagian dari produk tersebut masih diimpor
dari negara lain. Akan tetapi, komoditi pertanian lainnya terutama teh
sangat berlimpah sehingga Jepang menjadi negara pengekspor teh yang
cukup terkenal di dunia. Produk lainnya dari negara Jepang antara lain
apel, jeruk, anggur, bit gula, murbei, dan tembakau.

b) Perikanan
Adanya pertemuan arus panas Kurosyiwo dan arus dingin Oyasyiwo di
lepas pantai timur Jepang menjadikan daerah ini menjadi sangat kaya akan
ikan laut. Karenanya, Jepang berusaha melaksanakan modernisasi armada
perikanan dan meningkatkan teknologi penangkapannya. Dewasa ini Jepang
merupakan negara yang tingkat konsumsi penduduknya ter hadap ikan laut
paling tinggi di dunia. Hasil perikanan laut Jepang antara lain tuna, hiu,
tiram mutiara dan rumput laut.

c) Pertambangan
Bahan tambang negara Jepang antara lain tembaga, bijih besi, timah,
batubara, emas dan perak. Akan tetapi deposit dan produksi barang tambang
tersebut sangatlah sedikit, sehingga untuk mencukupi kebutuhan industri nya
Jepang banyak mengimpor dari negara lain. Satu-satunya bahan tambang yang
dapat di ekspor negara Jepang adalah belereng. Hal ini disebabkan Jepang terdiri
atas banyak gunungapi yang merupakan tempat deposit belerang.

d) Perindustrian
Tiga pusat perindustrian di negara Jepang yang paling berkembang
dikenal dengan sebutan Megalopolis Hokaido yang terdiri atas:

(1) Kompleks perindustrian Keihin meliputi Tokyo–Yokohama yang
menghasilkan seperlima dari produksi industri negara ini. Produkproduk
penting yang dihasilkan dari kompleks industri ini antara
lain kendaraan bermotor, tekstil, alat dan barang-barang elektronika,
penyulingan minyak dan besi baja yang bahan mentah atau bakunya
di impor dari negara lain.

(2) Kompleks perindustrian Hanshin meliputi Osaka–Kyoto–Kobe yang
menghasilkan antara lain tekstil, mobil, galangan kapal, mesin-mesin
dan penyulingan minyak.

(3) Kompleks perindustrian Chukyo yang berpusat di Nagoya menghasilkan
pesawat terbang, kereta api, tekstil, bahan-bahan kimia dan
kendaraan bermotor.
Pusat perindustrian lainnya, antara lain Fukuoka dan Nagasaki yang
menghasilkan besi baja, kapal, dan semen. Toyama merupakan pusat
industri kimia, kertas, dan tekstil.

e) Transportasi
Negara Jepang mempunyai garis pantai yang berteluk dan selat-selat yang
memisahkan pulau-pulaunya. Keadaan ini merupakan modal dasar yang sangat
penting dalam mengembangkan transportasi laut dan industri perkapalannya.
Melalui transportasi lautnya, Jepang mampu mengangkut dengan biaya
murah bahan mentah dan bahan baku dari luar negeri untuk mendukung
industri dalam negerinya. Melalui transportasi laut ini pula Jepang mengangkut
hasil-hasil industrinya untuk diekspor ke berbagai penjuru dunia.
Transportasi darat di Jepang ditingkatkan dengan mengembangkan
jenis kereta super cepat monorail dan jalan layang serta terowongan bawah
laut yang menghubungkan pulau-pulaunya.
Selain didukung oleh sumber tenaga air yang berasal dari air terjun
yang dikenal dengan istilah batubara putih dan sifat dasar penduduknya
yang terampil, faktor-faktor pendukung kemajuan industri sekaligus
menjadikan Jepang menjadi negara maju, antara lain:
(1) sifat dasar penduduk Jepang yang ulet, disiplin, dan semangat tinggi;
(2) pelaksanaan politik dumping, yaitu menerapkan harga barang di luar
negeri lebih murah daripada di dalam negeri;
(3) sumber daya manusia yang berkualitas;
(4) tenaga kerja yang murah dan banyak;
(5) penerapan manejemen industri yang sangat baik;
(6) kaya akan sumber tenaga berupa batubara putih (air terjun) sebagai
pembangkit listrik;
(7) pelabuhan-pelabuhan laut yang strategis dan berair tenang.

3. Australia
Australia merupakan benua yang terdiri atas satu negara yang meliputi
enam negara bagian dan dua daerah teritorial, yaitu sebagai berikut.
a. West Australia dengan Ibukota Perth.
b. Victoria dengan ibu kota Melbourne.
c. Tasmania dengan ibu kota Hobart.
d. South Australia dengan ibu kota Adelaide.
e. New South Wales dengan ibu kota Sydney.
f. Queensland dengan ibu kota Brisbane.
g. North Teritory Australia dengan ibu kota Darwin.
h. Canberra Teritory dengan ibu kota Canberra
Secara astronomis, wilayah daratan Australia terletak pada 100LS–
440LS dan 1130 BT–1540 BT. Dengan demikian seluruh wilayah negara
Australia terletak di Belahan Bumi Selatan (BBS) pada Bumi Bagian
Timur. Sedangkan batas geografisnya adalah sebagai berikut.
a. Batas sebelah utara : Laut Arafura, Laut Timor, dan Laut Koral.
b. Batas sebelah selatan : Samudra Hindia dan Laut Antarktika.
c. Batas sebelah timur : Samudra Pasifik.
d. Batas sebelah barat : Samudra Hindia.

1) Keadaan Alam
Berdasarkan keadaan alamnya daratan Australia dapat dibagi menjadi
tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
a) Dataran Tinggi Australia Barat, yaitu dataran yang terdiri atas plato
dan perisai Australia (Australian Shield) yang dibentuk dari batuan
kristalin tua yang terbentang mulai dari Barat Laut ke arah Timur
sampai hampir setengah bagian dari benua ini.
Wilayah dataran ini meliputi daerah tandus dan kering di Australia,
antara lain Great Sandy Desert, Great Victoria Desert, Simpson Desert,
dan Gibson Desert sedangkan titik terendah di dataran ini, adalah Danau
Eyre yang terletak sekitar 13 meter di bawah permukaan laut.
Bagian Barat dari dataran tinggi ini merupakan daerah sempit
berbentuk dataran rendah yang membujur sepanjang pantai barat
Australia. Di dataran tinggi Australia ini terdapat bagian yang lebih
tinggi dari daerah sekitarnya yang merupakan sisa hasil erosi selama
jutaan tahun, yaitu Mc Donell Range dan Musgrave Range serta
Ayers Rock dan Mount Olga di daerah Alice Spring.

b) Dataran Rendah Australia, yaitu dataran tempat mengalirnya sistem
sungai di Australia bagian tengah dan selatan. Wilayahnya terbentang
mulai dari arah Teluk Karpentaria di utara sampai dengn Teluk
Spencer di selatan. Daerah aliran sungai (DAS) di dataran rendah
ini, antara lain DAS Murray dengan anak-anak sungainya, antara
lain Sungai Darling dan Sungai Murrumbidgee.

c) Pegunungan Australia Timur, yaitu daerah pegunungan yang letaknya
hampir sepanjang Pantai Timur Australia yang disebut The Great
Deviding Range(Pegunungan Penghalang atau Pemisah Besar). Di
bagian Tenggara Australia, pegunungan ini dinamakan pegunungan
Alpen Australia (Australian Alps) dengan puncak tertingginya Gunung
Kosciusco yang mempunyai ketinggian sekitar 2.234 m dpl.

Secara umum iklim di Australia berdasarkan letak lintangnya adalah
sebagai berikut.
a) Iklim Tropis terdapat di Australia bagian Utara sampai batas lintang
23,50 LU (Tropic of Capricon), sehingga sebagian kecil vegetasi di
wilayah ini terdapat jenis hutan hujan tropis (Tropical Rain Porest)
dan mangrove.

b) Iklim Subtropis terdapat di Australia bagian Tengah sampai Selatan
yaitu antara lintang 23,50LU–400LU. Pada daerah ini terdapat variasi
iklim lainnya, yaitu iklim gurun kontinental dan stepa terutama di
Australia bagian Tengah ke arah Barat.

c) Iklim Sedang terdapat di Australia bagian Selatan terutama di wilayah
Tasmania dan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang mempunyai lintang
lebih dari 40° LU. Di wilayah ini terdapat empat pergantian musim,
yakni summer (musim panas) pada Desember–Februari, spring (musim
gugur) berlangsung pada Maret–Mei, winter (musim dingin) pada Juni–
Agustus, dan autumn (musim semi) pada September–November.

2) Keadaan Sosial
a) Kependudukan
Penduduk asli Australia adalah bangsa Aborigin yang berciri negroid
Polynesia. Sampai 2003 penduduk Australia telah mencapai 20.090.437
jiwa yang sebagian besar didominasi oleh bangsa pendatang dari Eropa
Barat terutama Inggris yang berjumlah sekitar 85% dari total penduduk
Australia, dengan pertumbuhan rata-rata per tahun sekitar 0,87% dan
kepadatan penduduk sekitar 2,6 jiwa setiap km2.
Sebagian besar penduduk Australia terkonsentrasi di kota-kota besar
di wilayah pantai timur dan selatan benua tersebut, seperti Sydney, Brisbane,
Canberra, dan Melbourne. Hal ini berkaitan erat dengan pengaruh keadaan
alamnya berupa dataran pantai yang subur dan beriklim cukup baik, sedangkan
di wilayah Australia barat dan tengah sangat jarang penduduknya, kecuali
di beberapa tempat seperti Perth, Bunbury, Northam, dan Kalgoorlie. Hal
ini dikarenakan wilayah ini sebagian besar berupa gurun dan stepa yang
tandus dan kering.

b) Perekonomian
(1) Pertanian dan Peternakan
Hampir dua pertiga dari lahan yang dapat digunakan untuk
pertanian di Australia dimanfaatkan untuk lahan peternakan karena
hasil peternakan merupakan komoditas ekspor yang menghasilkan
devisa negara terbesar bagi Negara Australia.
Walaupun lahan pertaniannya hanya kurang dari 6% dari luas
wilayah Australia, namun pelaksanaannya dilakukan dengan cara
intensifikasi dan mekanisasi pertanian yang modern serta didukung
oleh kualitas sumber daya manusianya yang tinggi.
Hasil pertanian di Australia antara lain gandum, tebu (sugar cane),
tebu, kapas, jeruk, anggur, apel, dan sayur-sayuran. Adapun hasil-hasil
peternakannya berupa susu, keju, dan daging dari ternak sapi serta wool
yang diambil dari ternak biri-biri. Pertanian dan peternakan di Australia
banyak diusahakan di negara bagian Queensland, Victoria, dan New
South Wales yang merupakan daerah basah dengan hamparan padang
rumput yang luas.

(2) Pertambangan
Di bidang pertambangan Australia mempunyai deposit bahan
tambang yang cukup banyak, antara lain sebagai berikut.
(a) Emas terdapat di Kalgoorlie dan Kalgoordie Australia bagian
barat selain itu terdapat pula di negara bagian Victoria.
(b) Bauksit di Arnhem Land Australia Utara.
(c) Perak di sekitar Latrobe Valley Victoria dan di sekitar New South
Wales.
(d) Minyak bumi dan gas alam terdapat di sekitar Australia Utara,
Australia Selatan, lepas pantai Australia Barat sekitar Laut Timor
dan Gippsland Shelf di lepas pantai timur Victoria.
(e) Timah putih di sekitar Pilbara Australia Barat, Queensland, dan
Tasmania.
(f ) Batubara di hampir seluruh negara bagian Australia.
(g) Uranium di Arnhem Land dan di sekitar cekungan Australia
Selatan.
(h) Timah hitam di seluruh negara bagian Australia.
(i) Intan di Fitzroy Australia Barat.

(3) Perindustrian
Sekitar tujuh juta tenaga kerja di Australia bekerja, sepertiganya
bekerja di sektor manufaktur (pengolahan bahan). Walaupun demikian
perindustrian di Australia relatif berjalan lambat. Hal ini disebabkan
antara lain oleh upah buruh yang relatif mahal sehingga biaya produksinya
menjadi relatif sangat tinggi. Oleh karena itu, produk-produk industri
Australia sulit bersaing di pasar global. Akan tetapi terdapt pula produk
industri yang dapat menembus pasaran dunia, antara lain sebagai berikut.

(a) Kain wool yang merupakan produk industri terbesar yang dihasilkan
oleh Australia, sehingga menempatkan Australia sebagai
negara pengekspor wool terbesar di dunia. Daerah peng hasil
wool di Austrlia adalah di Victoria Utara, New South Wales,
dan Queensland.

(b) Industri besi baja, tekstil, kimia, tembakau, kertas, susu, buah-buahan
dalam kemasan, keju, dan daging olahan. Semua industri tersebut
didirikan di tempat-tempat yang berorientasi pasar dan tenaga kerja
terutama kota-kota besar, seperti Sydney dan Melbourne.

(c) Industri elektronika, plastik dan otomotif terdapat di New
Castle.

(d) Industri daging olahan, ikan olahan, keju, mentega dan susu bubuk
terdapat pula di Brisbane, Hobart, Perth, dan Adelaide.

Adapun faktor-faktor pendukung Australia menjadi negara
maju, antara lain sebagai berikut.

(a) Sumber daya manusia yang berkualitas
(b) Sumber daya alam yang melimpah
(c) Padat modal
(d) Manajemen industri yang baik

(e) Stabilitas ekonomi dan keamanan yang baik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar