Sabtu, 03 Agustus 2013

Planet-Planet (The Planets)


Planet merupakan benda angkasa yang tidak memiliki cahaya sendiri,
berbentuk bulatan dan beredar mengelilingi matahari. Sebagian besar
planet memiliki pengiring atau pengikut planet yang disebut satelit yang
beredar mengelilingi planet.
Dalam sistem tata surya terdapat delapan planet. Berdasarkan
urutan nya dari matahari. Planet-planet tersebut terdiri atas Merkurius,
Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, beredar
mengelilingi matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing dalam
suatu sistem tata surya.

a. Klasifikasi Planet
1) Berdasarkan Massanya
a) Planet Bermassa Besar (Superior Planet), terdiri atas Yupiter,
Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b) Planet Bermassa Kecil (Inferior Planet), terdiri atas Merkurius,
Venus, Bumi, dan Mars.

2) Berdasarkan Jaraknya ke Matahari
a) Planet Dalam (Interior Planet), yaitu planet-planet yang jarak
rata-ratanya ke matahari lebih dekat dari jarak rata-rata bumi
ke matahari atau lintasannya berada di antara lintasan bumi dan
matahari. Berdasarkan kriteria tersebut, maka yang termasuk
Planet Dalam adalah Merkurius dan Venus.
Planet Merkurius ataupun Venus memiliki kecepatan
peredaran mengelilingi matahari berbeda-beda sehingga letak atau
kedudukan planet tersebut jika dilihat dari bumi akan berubahubah.
Sudut yang dibentuk oleh garis yang meng hubungkan
Bumi-Matahari dengan suatu planet disebut elongasi. Besarnya
sudut elongasi yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan
Bumi-Matahari-Merkurius, yaitu antara 0°–28°, sedangkan
sudut elongasi Bumi-Matahari-Venus adalah antara 0°–50°.

b) Planet Luar (Eksterior Planet), yaitu planet-planet yang jarak
rata-ratanya ke matahari lebih jauh dari jarak rata-rata bumi
ke matahari atau lintasannya berada di luar lintasan bumi.
Planet-planet yang termasuk ke dalam kelompok planet luar,
yaitu Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Dilihat dari bumi, sudut elongasi kelompok Planet Luar
berkisar antara 0°–180°. Jika elongasi salah satu planet mencapai
180°, hal ini berarti planet tersebut sedang berada dalam
kedudukan oposisi, yaitu suatu kedudukan di mana suatu planet
berkedudukan berlawanan arah dengan posisi matahari dilihat
dari bumi. Pada saat oposisi berarti planet tersebut berada pada
jarak paling dekat dengan bumi.
Adapun jika elongasi salah satu planet mencapai 0° berarti
planet tersebut mencapai kedudukan konjungsi, yaitu suatu
kedudukan di mana suatu planet berada dalam posisi searah dengan
matahari dilihat dari bumi, pada saat konjungsi berarti planet
tersebut berada pada jarak yang paling jauh dengan bumi.

b. Deskripsi Planet
1) Merkurius
Merkurius merupakan planet yang letaknya paling dekat ke matahari,
jarak rata-ratanya sekitar 57,8 juta km. Oleh karena jaraknya yang sangat
dekat ke matahari, maka suhu udara siang hari menjadi sangat panas,
mencapai 400° C, sedangkan pada malam hari menjadi sangat dingin,
mencapai -2000° C. Perbedaan suhu harian yang sangat besar disebabkan
Merkurius tidak memiliki atmosfer.
Merkurius memiliki ukuran paling kecil dalam sistem tata surya,
garis tengahnya hanya 4.850 km hampir sama ukurannya dengan bulan
yang memiliki diameter sekitar 3.476 km. Planet ini beredar mengelilingi
matahari dalam suatu orbit eliptis (lonjong) dengan periode revolusinya
sekitar 88 hari, dan periode rotasinya sekitar 59 hari.

2) Venus
Venus merupakan planet yang letaknya paling dekat ke bumi, yaitu
sekitar 42 juta km. Oleh karena itu, planet ini dapat terlihat jelas dari
bumi sebagai noktah kecil sangat terang dan berkilauan menyerupai
bintang pada pagi atau senja hari. Orang-orang di bumi seringkali
menyebutnya sebagai bintang pagi atau timur ketika Venus berada pada
posisi elongasi barat, dan bintang senja pada waktu elongasi timur.
Selain karena letaknya paling dekat ke bumi, kecemerlangan Venus
disebabkan oleh adanya atmosfer berupa awan putih yang menye lubungi
planet. Atmosfer tersebut berfungsi memantulkan cahaya matahari yang
diterimanya.
Jarak rata-rata Venus ke matahari sekitar 108 juta km, diselubungi
atmosfer sangat tebal terdiri atas gas karbondikosida dan sulfat. Sehingga
pada siang hari suhunya mencapai 477° C, sedangkan pada malam hari
suhunya tetap tinggi karena panas yang diterimanya tertahan atmosfer
planet tersebut. Diameter Venus sekitar 12.140 km, periode rotasinya
sekitar 244 hari dengan arah sesuai jarum jam dan periode revolusinya
sekitar 225 hari.

3) Bumi
Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari
matahari. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 150 juta km. Periode
revolusinya sekitar 365,25 hari dan periode rotasinya sekitar 23 jam 56
menit dengan arah barat-timur. Bumi memiliki satu satelit yang selalu
beredar mengelilingi bumi, yaitu Bulan (The Moon).
Diameter Kota Malang Bumi sekitar 12.756 km hampir sama dengan
diameter Venus.

4) Mars
Mars merupakan Planet Luar (eksterior planet) yang paling dekat ke
bumi. Planet ini tampak sangat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan
sekali, yaitu pada kedudukan oposisi. Pada saat itu jaraknya hanya sekitar
56 juta km dari bumi.
Planet ini merupakan satu-satunya planet yang bagian permukaannya
dapat diamati dari bumi dengan mempergunakan teleskop. Adapun
planet-planet lain terlalu sulit untuk diamati karena diselubungi oleh
gas berupa awan tebal dan jaraknya terlalu jauh dari bumi.
Mars merupakan planet yang keadaannya paling mirip dengan bumi
sehingga memungkinkan terdapatnya kehidupan. Oleh karena itu, para
astronom lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mempelajari Mars
dibandingkan planet lain dalam jagat raya.
Jarak rata-rata Planet Mars ke matahari sekitar 228 juta km, periode
revolusinya sekitar 687 hari, sedangkan periode rotasinya sekitar 24 jam
37 menit. Diameter planet ini sekitar setengah dari diameter bumi, yaitu
6.790 km diselimuti oleh lapisan atmosfer yang tipis dengan suhu udara
relatif lebih rendah daripada suhu udara di bumi. Planet Mars memiliki
dua satelit, yakni Phobos dan Deimos.

5) Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar dalam sistem tata surya di tata
surya, diameternya sekitar 142.600 km, terdiri atas materi dengan tingkat
kerapatannya rendah, terutama hidrogen dan helium.
Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 778 juta km, berotasi pada
sumbunya dengan sangat cepat sekitar 9 jam 50 menit, sedangkan periode
revolusinya sekitar 11,9 tahun.
Planet Yupiter memiliki satelit yang jumlahnya paling banyak, yaitu
sekitar 13 satelit, di antaranya terdapat beberapa satelit yang ukurannya
besar, seperti Ganimedes, Calisto, Galilea, Io, dan Europa.

6) Saturnus
Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter,
diameternya sekitar 120.200 km. Periode rotasinya sekitar 10 jam 14
menit dan revolusinya sekitar 29,5 tahun. Planet ini memiliki tiga cincin
tipis yang arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar,
Cincin Tengah, dan Cincin Dalam.
Diameter Cincin Luar Planet Saturnus adalah sekitar 273.600 km,
Cincin Tengah sekitar 152.000 km, dan Cincin Dalam memiliki diameter
sekitar 160.000 km. Antara Cincin Dalam dan permukaan Saturnus
dipisahkan ruang kosong berjarak sekitar 11.265 km.
Planet Saturnus memiliki atmosfer yang sangat rapat terdiri atas
hidrogen, helium, metana, dan amoniak. Planet ini memiliki satelit yang
jumlahnya sekitar 11 satelit, di antaranya Titan, Rhea, Thetys, dan Dione.

7) Uranus
Planet Uranus memiliki diameter 49.000 km, hampir empat kali
lipat dari diameter bumi. Periode revolusinya sekitar 84 tahun, sedangkan
rotasinya sekitar 10 jam 49 menit.
Berbeda dengan planet lainnya, sumbu rotasi pada Planet Uranus
searah dengan arah datangnya sinar matahari sehingga kutubnya seringkali
menghadap ke arah matahari.
Atmosfer Uranus dipenuhi oleh hidrogen, helium, dan metana.
Di luar batas atmosfer Planet Uranus terdapat lima satelit yang mengelilinginya,
yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak
rata-rata Planet Uranus ke matahari sekitar 2.870 juta km.
Seperti halnya dengan Yupiter dan Saturnus, planet ini pun merupakan
planet raksasa yang sebagian besar massanya berupa gas. Planet Uranus
merupakan planet bercincin, ketebalan cincinnya sekitar satu meter terdiri
atas partikel-partikel gas yang sangat tipis dan redup.

8) Neptunus
Neptunus merupakan planet superior dengan diameter 50.200 km. Jarak
rata-ratanya ke matahari sekitar 4.497 juta km. Periode revolusinya sekitar
164,8 tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar 15 jam 48 menit.
Atmosfer Neptunus dipenuhi oleh hidrogen, helium, metana,
dan amoniak yang lebih padat jika dibandingkan dengan Yupiter dan
Saturnus. Satelit yang beredar mengelilingi Neptunus ada dua, yaitu
Triton dan Nereid. Planet Neptunus memiliki dua cincin utama dan dua
cincin redup di bagian dalam yang memiliki lebar sekitar 15 km.
Pada awalnya planet yang diakui dalam sistem tata surya jumlahnya
ada sembilan. Setelah kedelapan planet yang telah diuraikan di atas,
masih ada planet kesembilan yaitu Pluto. Akan tetapi, setelah diselenggarakannya
pertemuan International Astronomical Union (IAU) ke-26
di Praha Republik Ceko pada 24 Agustus 2006, 424 ahli astronom dari
seluruh dunia memutuskan dan menyepakati untuk mengeluarkan Pluto
dari statusnya sebagai suatu planet. Akibatnya, Pluto yang selama ini
dikenal sebagai planet terkecil dan menempati urutan kesembilan harus
keluar dari daftar planet anggota dari tata surya. Status Pluto sekarang
ini adalah menjadi planet kerdil (dwarf planet).
Para ahli astronom menyepakati bahwa benda angkasa disebut planet
jika memiliki ukuran cukup besar dan berada tetap di garis orbitnya selama
mengitari matahari, serta tidak mengalami garis edar tumpang-tindih dengan
planet lain. Menurut para ahli, garis orbit Pluto tumpang tindih dengan orbit
Neptunus sehingga secara otomatis Pluto terdis kualifikasi dari klasifikasi

planet dalam sistem tata surya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar